Ternak Ayam Joper Serta Peluang Untuk Hasil yang Menguntungkan

Budidaya Ayam Joper

Bagi Anda yang ingin ternak ayam joper, sangat disarankan untuk memilih ayam joper (Jawa Super) yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di tempat jual bibit ayam joper. Untuk diketahui bahwa ayam joper ini memiliki berbagai keuntungan yang pastinya akan menjadi rekomendasi bagi Anda untuk lebih memilih ayam joper dibandingkan dengan ayam kampung ataupun jenis lainnya. Dengan usia 1 bulan, bibit ayam joper tersebut sudah bisa dimasukkan dalam kandang.

Saat ini banyak sekali jenis ayam joper yang bisa didapatkan di pasaran dalam bentuk bibit atau DOP. Tentu saja Anda bisa mendapatkannya pada pihak yang menjual ayam joper terbaik dan berkualitas. Hingga kini, beberapa jenis ayam joper tersebut diantaranya adalah ayam joper petelur dan juga ayam joper pedaging. Bisa dibilang bahwa dibandingkan dengan ayam pada umumnya, untuk ayam joper ini cenderung memiliki rasa lebih gurih, waktu panen sangat singkat dan tahan terhadap serangan penyakit.

Ayam joper petelur sendiri pada hakikatnya untuk diambil telurnya dan dikonsumsi sendiri sehingga tidak ada telur ayam joper yang kemudian ditetaskan. Ayam jenis petelur ini akan mampu menghasilkan telur sebanyak 80% ketika ayam berusia 6 hingga 18 bulan. Sedangkan untuk ayam potong akan bisa dipanen ketika usia ayam tersebut 40 hingga 60 hari. dalam rentang waktu tersebut, ayam joper memiliki bobot sekitar 7.5 ons dengan harga yang mencapai Rp 22,000 hingga Rp 27,000.

Ternak Ayam Joper Untuk Hasil yang Menguntungkan

Tidak mengherankan jika kemudian banyak sekali orang yang tertarik untuk membudidayakan ayam joper sebagai bentuk usaha peternakan. Untuk bisa mendapatkan hasil berkualitas dan pastinya untung yang lebih besar, Anda harus mengetahui tata cara budi daya ayam joper dengan baik dan mendapatkan tempat jual bibit ayam joper terpercaya. Berikut ini beberapa tahapan budi daya yang bisa Anda lakukan dengan merujuk pada setiap tahapannya :

Persiapkan kandang

Kualitas dari ternak ayam joper ini pada dasarnya bergantung pada lingkungan tempat tinggal dari ayam yang bersangkutan. Bisa dikatakan bahwa ayam joper ini memiliki desain kandang yang cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan ayam pada umumnya. Tentu saja hal ini juga mempermudah dalam melakukan proses pembersihan atas kotoran ayam tersebut. Untuk diperhatikan bahwa kandang ayam joper ini harus dijaga kebersihannya dan pastinya memiliki sirkulasi yang sangat baik. Dari sini, Anda juga harus memperhatikan jumlah ayam yang nantinya akan dimasukkan dalam sebuah kandang. Sebagai misal ayam dengan usia 1-2 minggu 50 ekor/m2, 3-4 minggu 25 ekor/m2, 4-6 minggu 15 ekor/m2, 7-8 minggu 10 ekor/m2 dan 9 minggu 5-6 ekor/m2. Sedangkan untuk peralatan yang nantinya akan digunakan sebagai kandang ayam joper ini diantaranya adalah pemanas atau brooder, nampan plastic, tempat pakan serta minum, sekat dan juga lampu. Dengan berbagai peralatan tersebut, nantinya akan siap untuk dijadikan sebagai tempat ternak ayam joper tersebut.

Sediakan bibit ayam joper sekaligus sarana produksi

Langkah selanjutnya dalam memelihara ayam joper adalah dengan memilih orang yang jual bibit ayam joper terpercaya. Selain itu, pastikan Anda menyiapkan vitamin, serta obat-obatan termasuk vaksin yang dibutuhkan. Dengan cara ini, Anda akan bisa memulai ternak ayam joper.

Siapkan juga peluang budidaya ayam joper kandang

Di awal pemeliharaan atau masa brooding, Anda akan menempatkan benih ayam (DOC) dengan melengkapi pemanas atau brooder. Pada masa ini, pastikan Anda memperhatikan dengan baik. pemeliharaan ini mencangkup tempat minim ayam, bahan liter serta nampan ransum. Perawatan yang baik pada masa ini akan menghasilkan ayam joper yang berkualitas.

Penerimaan DOC untuk ternak ayam joper

Saat Anda telah menyiapkan kandang, selanjutnya Anda akan menerima DOC atau benih ayam joper. Setelah Anda menerima benih tersebut, pastikan untuk melakukan perawatan dengan baik melalui pemberian pakan sedikit demi sedikit sebanyak tiga kali dalam sehari. Tambahkan pula vitamin pada air minum untuk menjaga kesehatan dari anak ayam tersebut.

Pemberian pakan

Untuk pemberian pakan ayam joper ini bisa dibilang sangat mudah dibandingkan dengan ayam pada umumnya. Dikatakan bahwa untuk pakan Anda harus memastikan kebutuhan protein dengan jumlah 14% serta energi sebanyak 2900 kkal/kg. Sebagai pertimbangan, Anda bisa memberikan jenis pakan berupa bungkil, campuran bekatul dan juga premix. Pakan ayam joper ini menghabiskan setidaknya 60% dari biaya operasional.

Waktu untuk pemberian pakan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pemberian pakan yang berupa campuran premix, bungkil dan bekatul ini bisa diberikan pada benih joper yang berusia setidaknya 1 bulan. Sedangkan untuk frekuensi pemberian pakan ini 2 kali dalam sehari dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan ayam tersebut. Untuk air minum pastikan memberikan sebanyak-banyaknya dengan mencampurkan vitamin dan antibiotic.

Tindakan vaksinasi

Pemberian vaksin dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh ayam joper agar tidak mudah terserang penyakit seperti halnya gumboro dan juga ND. Untuk vaksinasi dilakukan setidaknya dua kali yaitu usia 4 hari melalui pemberian tetes mata ND untuk menghindari penyakit tetelo. Selain itu vaksin dilakukan pada usia 21 hari pada air minum untuk mencegah penyakit gumboro.

Pengaturan suhu dan pencahayaan

Pada ayam yang berusia 0 sampai 1 minggu, harus disediakan sebuah tempat dengan suhu yang tinggi dibandingkan dengan ayam joper yang dewasa. Tidak mengherankan jika kemudian dibantu dengan adanya alat pemanas. Namun demikian, penting untuk memperhatikan sirkulasi udara demi menjaga kesehatan ayam tersebut. Jangan lupa memperhatikan pergerakan dari DOC tersebut, ketika DOC berkumpul pada pemanas, maka suhu terlalu dingin, sedangkan jika menjauh, maka suhu ruangan terlalu panas.

Ciptakan sanitasi yang baik untuk mencegah penyakit

Untuk menjaga kesehatan ayam yang Anda dapatkan dari tempat jual bibit ayam joper, Anda juga harus menciptakan sistem sanitasi yang baik agar terbebas dari penyakit. Dalam hal ini, Anda harus menghindari adanya genangan air yang menjadi sarang nyamuk dan penyakit. Jika sanitasi Anda biarkan kurang terawat, Anda harus menciptakan ventilasi yang baik guna menghindari stress hingga penurunan daya tahan ayam.

Musim panen dan setelah panen

Ayam joper akan layak untuk dipanen ketika memiliki bobot setidaknya 8-10 ons dan waktu 2 bulan tidak selamanya menjadi patokan. Ketika panen telah dilakukan, maka kandang harus dibersihkan dengan cara dicuci sekaligus didesinfeksi. Setelah itu, kandang juga perlu diistirahatkan selama kurun waktu 1-2 minggu lamanya. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari adanya perkembangan virus ataupun bakteri.

Lantas, dimana mendapatkan benih bibit atau DOC Ayam Joper?

Untuk peternak pemula yang ingin memulai ternak ayam joper bisa pesan lewat kami bisa klik di Jual Ayam Joper

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Ayam_kampung

Share on Facebook
Share on Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

©2019 Belajar Ternak. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Developed by ❤ AyamjoperID
 Digital Marketing Team